Menyelami Langkah Membaca Kritis..

membaca-buku

Siapa saja di dunia ini pasti pernah  membaca, ,
membaca pertama kita diajarkan sewaktu masih di bangku TK enol besar dan selancarnya  di bangku SD…

Pernahkan mengamati bagaimana seorang anak pertama kali bisa membaca..?pasti masa ini mengalami cita rasa keunikan…

“sepanjang perjalanan nama-nama toko yang muncul di eja, tulisan dalam bungkus2 permen, maenan, koran berserakan,,tulisan di angkot..semua karena rasa keingintahuan dan memperlancar bacaannya “.

Melihat demikian sebenarnya sejak usia dini,  kita sudah diajarkan untuk dapat membaca secara antusias dan kritis. Namun seiring perkembangan waktu rasa antusias itu mulai luntur…kita banyak menghabiskan waktu di depan tv atau asyik berinteraksi di sosial media. Entah itu mengamat group di Sosmed atau menyimak status… ^_^.. he he

“yang hal ini sedikit mengalami pergerseran..tujuan dalam membaca entah kita sadar atau tidak…”

Saya pribadi tergolong orang yang susah, lama dalam memahami isi bacaan, saya bukanlah pembaca kritis,, apalagi pembaca inovatif..^_^ he he. Namun setidaknya sedari sekarang saya sadar untuk bisa mengubah kebiasaan, dari kurang bisa membaca kritis menjadi bisa berkembang membaca inovatif..hemm.. ..^_^

Nah.. Ayuuk kita mulai belajar langkah2 membaca kritis yang saya kutip dari buku…

  1. Pastikan Apa tujuan Kita membaca buku tersebut

Apakah dalam membaca hanya sekedar mencari informasi atau ingin mendapatkan pengetahuan menjawab pertanyaan, sumber rujukan dll tergantung tujuan yang dicapai…

  1. Membuat pertanyaan.

pertanyaan ini biasanya akan muncul ketika kita melakukan survei. Jika tidak pertanyaan, usahakan untuk mencari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang asing yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda menggunakan stabilo atau alat lainnya pada kata atau kalimat yang kita tidak dimengerti tersebut.

  1. Membaca dan mencari jawaban

Membaca disini sebagai metode untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam proses survei bacaan. Bacalah dengan teliti dan juga seksama pada tiap paragraf, baca juga bagian demi bagian untuk menangkap kesimpulan dari tiap bagian bacaan. Usahakan jangan pindah bagian terlebih dahulu jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.

Evaluasi merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan yang muncul, apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkanlah bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut atau belum. Jika belum, cobalah cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.

  1. Meninjau ulang.

Merupakan cara terakhir kita didalam melakukan membaca kritis. kita menutup dulu bukunya, lalu pikirkan apa yang sudah kita dapatkan dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran kita tersebut didalam selembar kertas, dan bandingkan tinjauan kita dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.
Nah begitulah langkah langkahnya ^_^..yuk dari sekarang kita coba memulai belajar membaca kritis..

Jum’at barakah, 21 April 2017                                                                                                      Rina a. Wieduri

Advertisements

“–“

Manusia itu seperti sesuatu yang kosong,  gelas kosong, botol hampa, teko yang perlu isi air, seperti  taman tanpa bunga dan keindahan.

AGAR JAUH dari KEKOSONGAN  isilah sesuatu yang kosong itu dengan sesuatu yang berisi, dan mengalir dan membuatmu semakin utuh sebagai manusia ” dengan ilmu amal shalih, dan saling bertebarkebaikanlah karena kebermanfaatan yang nantinya kehidupan manusia itu terus mengalir dengan kebarakahan.

Pagi Mereka

Pernah aku temui mereka  tanpa alas kaki, menggerakkan lenggang tubuhnya seolah pagi senarai kebugaran untuk nya,

.
Sekilas terlihat vario bergengsi   menjadi tempat paling nyaman berdiam sesambi memperhati bungkusan itu telah sampai ditanganNya..

di ujung sana  ada mereka tergerak semangat,tangan ia berjabat, tak lupa pegang erat ransel dipunggung untuk gegas ia berangkat,

aktivitas pagi yang aku temui.. selalu mengidentifikasikan ada pertumbuhan kehidupan..menerjemahkan sesekali kita akan pernah seperti mereka dimanapun kita berada..
###

“Kesempatan Berbahagia”

masak_istri

Ada Sebagian orang yang memandang geli setiap saya mengeluarkan kotak makan dari tas.  Kadang kotaknya bergambar Minnie Mouse dan warnanya merah jambu sih. Tapi, bukan tentang kotaknya. Saya lebih peduli sama isinya yang enaknya selangit,

Bagi sebagian orang kadang bikin pengeluaran mengirit, kerana da puluhan ribu rupiah yang bisa disisihkan mereka setiap harinya, karena enggak harus mampir ke restoran.

Seorang Ibu  pernah cerita kalau dulu beliau menikah tanpa kemampuan masak bawaan. “Naluri dan cinta yang mendoroNya”

Belasan tahun masa percobaan ratusan lembar halaman buku resep, puluhan tips hasil barter antar sanak famili memperluas wawasan kedapuran, semua ia lakukan  untuk mendapatkan keistimewaan masakan.

“Isi kotak bekal jadi sebentuk sayang yang diekspor dari ruang makan ke tempat manapun kita pergi. Ia dihabiskan dengan tuntas supaya kerepotan di dapur enggak berujung percuma. Alasannya, supaya ibu/ istri selalu semangat mengolah makanan dengan sepenuh hati. “Food for the body is not enough. There must be food for the soul”. Masakan rumah memuaskan jasmani dan rohani. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health

“Seberapa penting baginya perempuan bisa memasak dan mengistimewakan hidangan untuk keluarganya”

Alasan simpelnya masakan yang dibuatnya rumah beririsan dengan banyak urusan: kebutuhan, perasaan, keuangan dan kesehatan. Mungkin sebagian berpandangan bahwa perempuan memang sebaiknya bisa masak untuk keluarganya. makna simple sebagai penyaluran kasih seorang ibu lewat masakan itu luar biasa berlimpah manfaatnya.

“Other things may change us, but we start and end with the family”. Masakan rumah jadi pembuka-penutup dari petualangan perut manapun karena sejatinya semua orang selalu memulai dan mengakhiri cerita dari tengah keluarga, tengah rumah, tengah meja makan. Dimulai dengan sarapan, diakhiri dengan makan malam.

Para perempuan punya kesempatan berbahagia dengan mengungkapkan kehangatan lewat makanan/masakan. Terlebih lagi, mereka lalu bisa bertumbuh jadi sosok ibu yang menyenangkan, istri yang membahagiakan, anak anak perempuan yang disayangi. Seperti halnya hadiah-hadiah berkesan yang datang dari sesuatu yang dibikin sendiri, kita tau kalau ada segenap ketulusan yang meresap di tiap suap masakan ibu/ Istri/ anak perempuan kesayangan.

“Enaknya beda..Soalnya ditaburi CINTA ^_^  ”

Kultwit Salim A Fillah “Tentang Wanita”

1. Ummu Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)

2. “Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan dari kaum pria.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)

3. “Mukmin tersempurna imannya a/ yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian a/ terbaik memperlakukan #Wanita.” (HR At Tirmidzi)

4. “Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala.” (HR Muslim)

5. “Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya.” (HR Al Bazzar & Al Hakim)

6. “..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga.” (HR Muslim)

7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)

8. Nabi a/ nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya’la)

9. “#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga.” (HR Al Hakim)

10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)

11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala sahadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)

12. “..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumahtangga suami & anak2nya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggungjawab” HR Muslim

13. “..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita..” (‘Umar)

14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: “Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami.”

15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.

16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.

17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabadi; tanpanya kita tak bersa’i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-“Kama Shallaita” di tahiyat.

18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?

19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir’aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.

20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; “Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu.”

21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman

22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.

23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita

24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.

25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.

26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.

27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.

28. “Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil”, kenang Muhammad bertahun kemudian.

29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.

30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. “Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu.”

31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.

32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka’bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.

33. “Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..”, #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu’ mendengarkan.

34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita

35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.

36. Mari jua mentakjubi ‘Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.

37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 th.

38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.

39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan ‘Utsman kepada ‘Ali. #Wanita

40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. “Engkau lelaki yang sulit ditolak”, ujarnya, “Hanya saja aku ini muslimah.”

41. “Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim”, lanjut #Wanita itu, “Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu.”

42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.

43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.

44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita

45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita

46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.

47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: “Bagaimana anak kita?” Si #Wanita senyum & jawab: “Sudah lebih tenang.”

48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita

49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: “Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya..” #Wanita

50. “..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?” Si suami tersenyum: “Tentu tidak boleh begitu..” #Wanita

51. Ummu Sulaim: “Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah.” #Wanita

52. “Apa?!”, seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, “Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!” #Wanita

53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita

54. “Pengantinankah semalam?”, tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. “Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia.” #Wanita

55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah ‘Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita

56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.

58. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.

59. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana’ah.

60. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.

61. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.

62. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.

63. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.

64. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, “Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal.”

65. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.

66. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.

67. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.

Puasa Asyura dan Keutama’annya

asyuraHari Asyura merupakan hari kesepuluh Muharram dan kaum Muslimin disunahkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berpuasa.

Ceritanya, pada permulaan hijrah ke Madinah Rasulullah SAW melihat kaum Yahudi melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bertanya, “Puasa apa ini?”

Para sahabat menjawab, “Ini adalah puasanya Nabi Shaleh AS, juga puasa pada hari di mana Allah SWT menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka sehingga Nabi Musa berpuasa.”

Rasulullah SAW bersabda, “Aku lebih berhak atas Musa daripada mereka (kaum Yahudi), sehingga Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh (kaum Muslimin) berpuasa.” (HR. Bukhari).

Menurut sebagian riwayat, beberapa peristiwa istimewa pada hari Asyura antara lain: diselamatkannya Nabi Nuh AS beserta kaumnya dari banjir bandang yang terjadi pada zamannya dan diselamatkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus yang memangsanya.

Rasulullah SAW sendiri telah melaksanakan puasa Asyura bersama kaum Muslimin di Makkah sebelum datangnya kewajiban puasa Ramadhan.

Namun, setelah Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Asyura adalah hari di antara hari-hari Allah SWT. Barangsiapa yang berkehendak maka ia dapat melakukan puasa atau meninggalkannya (tidak melakukannya).” (HR. Muslim).

Selain kaum Yahudi, kaum jahiliyah di Makkah juga memiliki tradisi puasa Asyura, sehingga puasa Asyura cukup masyhur bagi mereka.

Syariat puasa Asyura kendati boleh dilakukan secara mandiri hanya satu hari tanggal 10 Muharram, namun Jumhur Ulama berpandangan mengenai kesempurnaan puasa tersebut bila digabung dengan puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram).

Hal tersebut karena pada saat Rasulullah bersama sahabat berpuasa Asyura, sebagian sahabat menyatakan hari itu adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani, Rasulullah SAW bersabda, “Insya Allah, pada tahun mendatang kita akan berpuasa yang dimulai dari hari kesembilan Muharram (Tasu’a).”

Namun, sebelum bulan Muharram tahun depan tiba Rasulullah SAW telah wafat, sehingga menurut para ulama, hikmah disunahkannya puasa Tasu’a dengan Asyura adalah untuk membedakan puasa kaum Muslimin dan Kaum Yahudi.

Adapun hikmah Berpuasa Pada Hari Tasu’a :

Imam al-Nawawi rahimahullaah menyebutkan tentang tiga hikmah dianjurkannya shiyam hari Tasu’a:

Pertama, maksud disyariatkan puasa Tasu’a untuk menyelesihi orang Yahudi yang berpuasa hanya pada hari ke sepuluh.

Kedua, maksudnya adalah untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja. Pendapat ini disebutkan oleh al-Khathabi dan ulama-ulama lainnya.

Ketiga, untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.

Sejak saat itu, para sahabat dan salafus shaleh mentradisikan puasa Tasu’a dan Asyura yang dilatarbelakangi oleh berbagai keutamaan sebagaimana tersebut di dalam hadis berikut:

Ibnu Abbas RA berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah SAW berniat puasa dan mengharapkan keutamaan pahala yang utama kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura dan bulan ini (Ramadhan).” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa tiga hari pada setiap bulan dan Ramadan ke Ramadhan adalah puasa satu tahun penuh, puasa Arafah menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang, sedangkan puasa Asyura menghapuskan dosa tahun lalu.” (HR. Muslim).

Adapun kebisaan kaum Muslimin menyantuni anak yatim dan fakir miskin maupun keluarga di bulan Muharram, didasarkan pada hadis Rasulullah SAW, “Barangsiapa meluaskan (perkara) bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah SWT akan meluaskan (perkara) baginya sepanjang tahun.” (HR. Baihaqi).

Demikianlah keutamaan hari Asyura, semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita dalam memperbanyak kebajikan dan berpuasa Tasu’a dan Asyura sebagai bentuk kecintaan kita dalam melestarikan sunah Rasulullah SAW.
Wallahu a’lam.

Sumber : Republika.co.id