“–“

Manusia itu seperti sesuatu yang kosong,  gelas kosong, botol hampa, teko yang perlu isi air, seperti  taman tanpa bunga dan keindahan.

AGAR JAUH dari KEKOSONGAN  isilah sesuatu yang kosong itu dengan sesuatu yang berisi, dan mengalir dan membuatmu semakin utuh sebagai manusia ” dengan ilmu amal shalih, dan saling bertebarkebaikanlah karena kebermanfaatan yang nantinya kehidupan manusia itu terus mengalir dengan kebarakahan.

Pagi Mereka

Pernah aku temui mereka  tanpa alas kaki, menggerakkan lenggang tubuhnya seolah pagi senarai kebugaran untuk nya,

.
Sekilas terlihat vario bergengsi   menjadi tempat paling nyaman berdiam sesambi memperhati bungkusan itu telah sampai ditanganNya..

di ujung sana  ada mereka tergerak semangat,tangan ia berjabat, tak lupa pegang erat ransel dipunggung untuk gegas ia berangkat,

aktivitas pagi yang aku temui.. selalu mengidentifikasikan ada pertumbuhan kehidupan..menerjemahkan sesekali kita akan pernah seperti mereka dimanapun kita berada..
###

Kultwit Salim A Fillah “Tentang Wanita”

1. Ummu Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)

2. “Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan dari kaum pria.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)

3. “Mukmin tersempurna imannya a/ yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian a/ terbaik memperlakukan #Wanita.” (HR At Tirmidzi)

4. “Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala.” (HR Muslim)

5. “Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya.” (HR Al Bazzar & Al Hakim)

6. “..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga.” (HR Muslim)

7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)

8. Nabi a/ nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya’la)

9. “#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga.” (HR Al Hakim)

10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)

11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala sahadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)

12. “..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumahtangga suami & anak2nya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggungjawab” HR Muslim

13. “..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita..” (‘Umar)

14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: “Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami.”

15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.

16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.

17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabadi; tanpanya kita tak bersa’i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-“Kama Shallaita” di tahiyat.

18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?

19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir’aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.

20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; “Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu.”

21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman

22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.

23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita

24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.

25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.

26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.

27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.

28. “Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil”, kenang Muhammad bertahun kemudian.

29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.

30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. “Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu.”

31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.

32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka’bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.

33. “Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..”, #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu’ mendengarkan.

34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita

35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.

36. Mari jua mentakjubi ‘Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.

37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 th.

38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.

39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan ‘Utsman kepada ‘Ali. #Wanita

40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. “Engkau lelaki yang sulit ditolak”, ujarnya, “Hanya saja aku ini muslimah.”

41. “Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim”, lanjut #Wanita itu, “Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu.”

42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.

43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.

44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita

45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita

46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.

47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: “Bagaimana anak kita?” Si #Wanita senyum & jawab: “Sudah lebih tenang.”

48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita

49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: “Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya..” #Wanita

50. “..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?” Si suami tersenyum: “Tentu tidak boleh begitu..” #Wanita

51. Ummu Sulaim: “Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah.” #Wanita

52. “Apa?!”, seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, “Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!” #Wanita

53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita

54. “Pengantinankah semalam?”, tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. “Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia.” #Wanita

55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah ‘Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita

56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.

58. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.

59. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana’ah.

60. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.

61. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.

62. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.

63. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.

64. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, “Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal.”

65. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.

66. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.

67. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.

Membuang ’Sampah Pikiran’

Ada kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu ketika ia berjalan dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, datanglah seorang Arab badui dari arah belakang. Dengan serta-merta ia menarik jubah najraani yang dikenakan Rasulullah SAW.

Anas barkata, “Aku memandang leher Rasulullah dan melihat bahwa jubah itu telah meninggalkan bekas merah di sana karena kerasnya tarikan. Orang badui itu kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, beri aku sebagian dari kekayaan Allah yang ada di tanganmu’. Rasul kemudian menolah kepadanya, dan tersenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi uang.”

Kisah ini menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW. Beliau tidak pernah membalas keburukan orang dengan keburukan lagi. Saat dihina, beliau tidak marah atau sakit hati. Beliau justru mendoakan kebaikan. Mengapa Rasulullah SAW mampu tenang dan bijak menghadapi gangguan orang lain? Jawabnya, Rasulullah SAW memiliki kelapangan dada dan kejernihan pikiran.

Ternyata, yang membuat hidup kita tidak bahagia adalah diri kita. Penyikapan yang buruk terhadap suatu kejadian adalah sumber penderitaan. Mirip orang yang sariawan makan keripik pedas. la menangis, marah, dan uring-uringan. Yang membuat ia menderita bukan keripiknya, melainkan lidahnya yang berpenyakit. Bagi orang yang tidak sariawan, keripik tersebut nikmat dan renyah.

Saudaraku, ada banyak hal yang membuat hidup kita tidak nyaman. Salah satunya adalah kegemaran menyimpan ’memori-memori’ buruk. Otak bisa diibaratkan wadah penyimpanan yang akan kotor ketika kita mengisinya dengan sampah.

Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakuan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya; adalah “sampah” yang barpotensi mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.

Karena itu, satu syarat agar hidup kita bahagia adalah membersihkan kepala dari “sampah-sampah” busuk. Bagaimana caranya?

Pertama, selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.

Kedua, segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. lbaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang.

Ketiga, mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan,

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.”

Robbisyrohliy shodriy wayassirliy amriy…. (QS Thaahaa: 25-28)sampah

“KESEDIAAN KITA”

Sahabat semua mungkin kita pernah melakukan ini, ketika perjalanan tiba-tiba terdengar suara adzan kemudian langkah bersegera menuju menyambut panggilan Allah (Adzan segera ke masjid). Sesaat kadang juga pernah, merasa raga yang enggan cuma sekedar memutar haluan, “entah kerana panas yang terlalu terik, kerongkongan tandus, atau kerana ingin laju kendaraan ingin sesegera  sampai di depan rumah;

“kesediaan yang kita lakukan semua adalah pilihan”.

Kesediaan kita menghentikan sejenak kendaraan,  merehatkan raga atas urusan-urusan dunia dengan berwudhu, merapatkan shaff, bisa sujud dalam-dalam penuh harap cemas,  sesambi Membesarkan-Nya, MensucikanNya ini membuat jiwa jiwa kita semakin merasakan keindahanNya, Bersih,Nurani sejuk pada relung hati.

Usai melaksanakan sholat berjamaah dimasjid,  Bagaimana perasaan batin kita? insyaallah semua akan menjawab ”Hati menjadi lebih tenang, jiwa raga kita semakin segaar”demikianlah Allah memaklumatkan kepada hamban_Nya yang mau ingat kepada-Nya.

yaitu)orang orang yang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingati Allah-lah hati menjadi tentram

(QS.Ar-Ra’du;28)

 Balasannya dari Allah; kesediaan kita mengutamakan Sholat jamaah, yang berarti kita mendahulukan kepentingan akhirat, karena mendahulukan akhirat akhirnya kita menyikapi dunia dengan sewajarnya, tak berlebihan. Kemudian Allah bentangkan ketentraman hati yang dapat memunculkan husnudhan baik kepada Allah. Berbiasa husnudhan berarti semakin meringan beban setiap masalah dengan Penyandaran yang Maha Tinggi Yaitu Allahu Rabbii..

Merindu Senja

Senja,

Terukir elok dari bebalik  rerumpun  

sembunyi,tapi seolah ia  mengerti.                                 

Tersampaikan perlahan pesan yang tersirat

dalam hati berbalik seolah ia menimpali

Ah..senja, tetap saja membuat  tersenyum

Kusibakkan kalimat demi kalimat

tertuliskan sejuta makna

menurutmu, apa yang akan tereja?

sekali lagi kusibak kalimat demi kalimat

“Aah..!” Terkejut saat ku menyadari sesuatu:)

Engkau dicipta untukku dan mereka

Datangmu membuat diri diam,

sudah apa yang  kita lakukan

sepanjang mentari terbentang,

Amanah, keshalihan sudahkah berpetualang?

 

Kembali teringatkan.

Kembali teringatkan keagungan siang dan malam

Untuk siapa Dia menciptanya,

Untukku,untukmu,apa tuk mereka

Hmmm..”tuk siapa saja yang tengah merindu senja

di setiap Masanya”

##Rina.a.Wieduri