PUISI

“KERTAS MENARA”

Asa yang ingin melangit
bak roda kereta berputar
lajunya  kencang seperti dihembus angin
Begitu pesona jiwa kami
pada kertas,tinta yang kami torehkan padanya.
tentu masa yang menjawab
hingga ada selembar kertas
bertuliskan menara.

Menara Limas terhujung kokoh
diantara langit yang membiru
Namun sejarah kekata diantara sayup sayupnya
selembar kertas itu bisa saja tergurgur
walaupun tanpa tertiup angin.

Maka  kiranya
Di titik helaian waktu sesejenak perlu bersandar
Pada pepohon yang rimbun atau
Pada taman taman yang penuh labirin

Kiranya tuk  apa kertas menara bertuliskan,
Sudahkah ia mampu menjadi pundak
mendidik para prajurit negeri
Ataukah cukup mengharumkan serambi.
Tak henti  Cipta seni, warna , agar menara berlukis  pelangi

Lalu lajulah dengan kencang
sesampai  engkau kan terdengar
ada harmoni anak negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s